Lowongan untuk Indonesia [dan sekitarnya]

Indonesia, diwilayah waktu telah meninggalkan masa atau zaman kerajaan, namun apakah dinasti dari kingdom di wilayah nusantara ini runtuh juga?
Nampaknya tidak juga, dinasti itu tetap membangun pilar-pilar “keyakinan” masing-masing dinasti. Suku Melayu, Suku Sunda, Suku Jawa, SukuDayak dan suku yang lainnya… mereka berusaha membangun, memperkokoh eksistensi, menelisik peradaban yang coba dibangun oleh kakek-nenek mereka.

Sebaran spirit membangun dinasti pun juga merambah di wilayah materialistik. Oleh karena dalam wilayah materi, maka yang dibangun pun juga hal yang berhubungan dengan materi, yang diperkuat juga materi dan lain sebagainya.

Entah, hal ini apakah juga terjadi dibelahan negeri lain.
Jika merasakan gejala sosial, pun juga gejala alam, terlalu banyak titik-titik yang di-konsentrasikan, tidak ada kejelasan arah atau tujuan. Sehingga perasaan ini menuntun untuk mengatakan bahwa dalam wilayah sosial, titik fokus menjadi nge-Blur,surem-surem, tidak jelas.

Berarti INDONESIA BUTUH SUPIR,
untuk lebih mengendalikan, mengarahkan rakyat Indonesia agar kembali berada di-Rel yang pener.

Jika merasakan gejala sosial, sudah bisa kita “nikmati”bersama,
laut menari, lembut gerakannya, namun menyimpan kekuatan, ketangguhan didalamnya, gunung menabuh gendang, “…duk… dug… dung… dem…” bertalu-talu dengan irama minor,
cuaca-pun mengambil bagian sebagai EO, membangun suasana serta memberikan “sound effect” yang bersesuaian dengan skenario pergelaran kali ini.

Melihat tingkat keseriusan para penari, panjak dan para crew dari EO, ini pastinya sedang “penyambutan” sesuatu yang penting.....
ah entahlah…..
tapi yang jelas terasa, “tayangan” ini akan segera mencapai antiklimaks.
Antiklimaks pergelarannya kah? atau
Antiklimaks proses penyelenggaraannya?
Ini juga entahlah…..

Bisa diartikan INDONESIA BUTUH PAWANG,
[Hanya] pemegang sertifikat “pawang-lah” yang mampu mendekati alam,
Mampu berkomunikasi dengan mereka, mampu “mengendarai” mereka, karena diantaranya sudah tidak ada sekat/batas penghalang, yang ada hanya hubungan sesama makhluk.

Wawasan dan Ketahanan pribadi Bangsa atas Negeri ini punperlu di bangkitkan [lagi], kecenderungan di era belakngan ini, bangsa dinegeri ini memiliki kecenderungan mengkiblat, tiada kepercayaan diri untukmenjadi kiblat. Lebih menghargai ramuan barat dari pada ramuan negeri sendiri.
Mengagungkan Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si, do, mengabaikan Ji, Ro, Lu, Pat, Mo, Nem, Pi, Ji, sepertinya memang ada yang salah di jiwa bangsa ini, sudah terlalu lama terdidik jiwa setan yang sebenarnya hanya penanam modal. Dengan hanya menanam sedikit modal [racun], pun dibiarkan begitu saja bangsa ini telah saling meracuni satu sama lain, telah saling membunuh. Sedangkan sang pembawa modal [racun] hanya berselonjor santai di villa-villa menyaksikan tayangan bangsa ini yang saling bertubrukan, berhamburan, memperebutkan rmodal [racun], padahal yang dibutuhkan adalah anti racun…

Kiranya kini INDONESIA BUTUH GURU, BEGAWAN, setingkat brahmana, wali, jika perlukan setingkat nabisekalipun. Agar negeri ini segera terlepas dari ketidakpahaman akan sesuatuyang seharusnya menjadi “keunggulan”.

Kini Indonesia membutuhkan LOWONGANbukan untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden,
karena bukan mereka yang menentukan besok kita makan apa,, atau “apa makan?”
karena bukan mereka penentu, bahwa besok martabat kita masih terjaga atau tidak,
karena bukan mereka penentu, bahwa besok harta kita masih terjaga atau tidak,
karena bukan mereka penentu, bahwa besok martabat kita masih terjaga atau tidak,

marilah kita mendaftar sejumlah lowongan ini di tempat masing-masing, di daerah masing-masing, mari kita membangkitkan negeri ini dengan kesadaran berbangsa yang disertai pemahaman.
Semoga Tuhan memberikan jalan terbaik bagi negeri ini, bukan jalan kehancuran seperti negeri yang sudah-sudah,

Duh Gusti mugi paring o margi kaleresan
kadhos margining manungso kang panggihkanikmatan
sanes margining manungso kang paduko laknati

ipungsweettenan@01072014


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinau Mati

PENGETAHUAN KARAWITAN